Pagi ini aku turun dari kereta api, dari Stasiun Bojonegoro ke Stasiun di Pasar Turi. Di luar kaca jendela, langit mendung dan kemudian rintik. Seketika tanganku merinding. Februari tahun 2024, hampir 2 tahun yang lalu, aku menaiki kereta dari Bojonegoro ke Surabaya dengan keadaan yang sama. Seseorang menungguku di dekat titik Grab sembari duduk. Kami nekat berkendara mencari seporsi mie ayam yang direkomendasikannya, lumayan jauh dari stasiun. Orang itu membawakanku helm dan di motornya hanya ada 1 jas hujan. Dia berulang kali menawarkan jas hujan itu untuk kupakai, sementara ia memakai jaket anti-air. Kenangan itu beberapa saat menyesakkan. Membuatku seperti ingin menangis, tapi ada banyak orang yg turun di Stasiun Pasar Turi. Di atas motor, tangis yang sedari tadi kutahan akhirnya pecah. Bukan tangis yg histeris, bukan juga yg dramatis. Aku hanya meneteskan beberapa kali air mata. Memang masih ada yg tersisa, tapi barangkali tak banyak. Tapi aku menyadari bahwa perasaan itu mas...
Hari ini aku ingin menulis pakai bahasa Indonesia saja. Sebetulnya, banyak hal kuharap bisa kubagi denganmu. Kuharap ada juga cerita yang kau ingin bagi denganku. Tentang orang di kantormu yg tak kau sukai, tentang temanmu yg konyol suka menghamburkan uangnya, tentang proyek-proyek membetulkan motor yg sering kau ceritakan, tentang ibumu yg berencana pulang ke kampung halaman, tentang adikmu nomor 1 dan dramanya, tentang adik terakhirmu yg mungkin sudah lulus kuliah. Aku mau mendengar itu lagi darimu. Kau tahu, ada saat-saat ketika aku bertugas pada momen wisuda dan aku berharap itu adalah wisuda adik kecilmu yg kau hadiri. Kadang-kadang aku berharap bahwa kita akan bertemu pada satu momen itu atau sekadar melihatmu dari kejauhan. Tapi kadang aku juga berpikir, jika memang akan terjadi, apa yang akan kulakukan? Hanya diam melihatmu dari kejauhankah? Barangkali juga aku tak akan siap. Ngomong-ngomong, soal apa yang ingin kuceritakan hari ini. Kau ingat teman yang pergi umrah ...
Yesterday, when i wrote on my IG story about 'Drowning in Information', my senior replied my story to ask me, "since when writing can be afforded by publics? our anchestors passed information by telling stories and tales. So did about knowledge." His point is questioning about writing culture that actually he thinks doesn't suits our culture. Well, i said that i had no information if back then we didn't move to writing culture. I told him that old tradition when people passed information directly, by telling stories and tales, had positive and negative effects. The negative side was that information and knowledge were depends on human, means when the body dies, the ideas in their head followed. It stopped. So, the limitation is about time and place. Only people around the master could listen to their stories and tales. Yes, the positive side was we didn't need to question about information validity. No need to check other source of information (may be stil...
Komentar
Posting Komentar