Hari ini aku ingin menulis pakai bahasa Indonesia saja. Sebetulnya, banyak hal kuharap bisa kubagi denganmu. Kuharap ada juga cerita yang kau ingin bagi denganku. Tentang orang di kantormu yg tak kau sukai, tentang temanmu yg konyol suka menghamburkan uangnya, tentang proyek-proyek membetulkan motor yg sering kau ceritakan, tentang ibumu yg berencana pulang ke kampung halaman, tentang adikmu nomor 1 dan dramanya, tentang adik terakhirmu yg mungkin sudah lulus kuliah. Aku mau mendengar itu lagi darimu. Kau tahu, ada saat-saat ketika aku bertugas pada momen wisuda dan aku berharap itu adalah wisuda adik kecilmu yg kau hadiri. Kadang-kadang aku berharap bahwa kita akan bertemu pada satu momen itu atau sekadar melihatmu dari kejauhan. Tapi kadang aku juga berpikir, jika memang akan terjadi, apa yang akan kulakukan? Hanya diam melihatmu dari kejauhankah? Barangkali juga aku tak akan siap. Ngomong-ngomong, soal apa yang ingin kuceritakan hari ini. Kau ingat teman yang pergi umrah ...
Melarung rindu ke laut sebagaimana raga disucikan dalam bentuk abu yang akan larut. Tapi, barangkali rindu tak sama.Rindu serupa jiwa, bukan raga, yang tak tersentuh panasnya api atau dinginnya musim. Ia serupa jiwa yang bersemayam pada tubuh-tubuh manusia, sesekali bangkit dalam wujud melankolia. Barangkali dalam bentuk gelombang, seperti ombak. Kadang-kadang capillary, kadang-kadang tsunami. Kita, sebagaimana yang sudah-sudah, banyak belajar dari kesalahan. Kita belajar mencintai, setelah kehilangan. Kita belajar makna hadir, justru ketika rindu. Kita belajar banyak dari semua hal yang absen di hidup, sehingga ketika hadir dapat dimaknai lebih baik. Apakah manusia benar-benar memiliki jatah 3 kali untuk jatuh cinta seumur hidupnya? Jika betul demikian, apakah proses selanjutnya yang terjadi hanyalah proses melanjutkan hidup? Apa makna mencintai sebetulnya? Dan apa guna hidup yang hanya dilanjutkan karena belum waktunya mati? Kita matian-matian belajar menafsirkan segala yang ter...
Hi, A Remember the song i sent to you 2 years ago? That one you said that you like 'kesapian'. Yes, Refo dan Fauna. I followed him. Turns out, he is very friendly and he is on the same side as me, as you. He spoke about justice and humanity, just like us. Against goverment's stupid policies. Yesterday, he released new song, with universal studio, called "Aku Cape Banget". Very easy listening and just like always, the lyric is so weird. I like his musics. Sometimes when i jogg, i listen to his music and can't hold myself from laughing. I think, his type is just like yours, ENFP. I can easily make friend with fellow ENFP. Mas Bag and my new room mate are ENFP too. I dunno, i think, you and the other fellow ENFPs have skill to entertaint the entire room. I envy how people can easily make a conversation and talk. You know, i'm bad at that thing. I wanted to send his new song to you. I wanted to make up with you, but i stop myself. I may hurt you again. I may ...
Komentar
Posting Komentar